Selain sebagai ajang silaturahmi sekaligus menyatukan kembali keluarga kesultanan, dalam mubes ini juga telah disepakati bersama penunjukan Datuk Abdul Hamid sebagai Pemangku Sultan Bulungan. “Penunjukkan Abdul Hamid sebagai pemangku sultan adalah atas kesepakatan bersama dari keluarga,” kata H Datuk Yaser Arafat, salah satu kerabat keraton.
Mubes sendiri, kata Datuk Yaser telah dimulai sejak Sabtu (29/11) lalu dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bulungan, H Karsim Al Amrie mewakili pihak Pemerintah Kabupaten Bulungan. “Mubes ini kami laksanakan selama dua hari sampai dengan hari ini (kemarin). Pesertanya adalah para keluarga besar kesultanan, tak hanya dari Tanjung Palas dan Tanjung Selor saja, tapi juga hadir kerabat dari Salimbatu dan beberapa daerah lainnya,” kata Datuk Yaser lagi.
Tak hanya menunjuk pemangku sultan, dalam mubes tersebut juga dipilih beberapa orang sebagai menteri dan kepala biro yang akan membantu tugas pemangku sultan nanti. Ada 7 menteri yang ditunjuk pada kesempatan itu. Di antaranya ada menteri pemerintahan, menteri sekretaris negara (mensesneg), menteri koordinator politik dan keamanan, menteri perekonomian, menteri keuangan serta menteri sosial.
Kemudian di bawah menteri, ada beberapa kepala biro yang juga telah ditentukan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, antara lain biro hukum, biro keamanan dan biro kehumasan, protokol dan lain-lainnya. “Nantinya pemangku sultan ini yang mengeluarkan SK (surat keputusan) pengangkatan adalah dewan kesultanan. Sedang menteri dan biro SK-nya ditandatangani oleh pemangku sultan,” jelasnya.
Pemangku sultan sendiri, terang dia, nantinya memiliki beberapa tugas. Antara lain, membenahi dan menyatukan kembali kerabat kesultanan Bulungan dengan rakyatnya. Tugas kedua, adalah mempersiapkan penentuan siapa Sultan Bulungan yang definitif. “Jadi nantinya akan lagi mubes untuk menentukan Sultan Bulungan yang definitif. Hanya kapan waktunya masih belum ditentukan. Untuk sementara karena belum ada sultan yang definitif, tugas kesultanan diemban oleh pemangku sultan,” kata dia.
Tugas pemangku sultan selanjutnya, adalah mengembangkan seni dan budaya peninggalan kesultanan Bulungan. “Yang pasti melalui mubes ini, kami keluarga kesultanan berniat untuk memajukan dan mengembangkan kembali keraton atau kesultanan Bulungan, sekaligus menyatukan keluarga kesultanan,” imbuhnya.(ngh)

Mubes tersebut tidak mewakili semua pewaris kesultanan bulungan... karena sekedar hajatan dari pihak2 tertentu saja.. sedangkan pihak yang mempunyai hak sebenarnya tidak dilibatkan...
BalasHapusMusyawarah kerabat dan pewaris tentang pengangkatan sultan bulungan telah pernah diadakan dan telah mempunyai legalitas.
BalasHapusmusyawarah yg seperti saudara sebutkan tidak mempunyai landasan hukum yg jelas... bisa dinyatakan musyawarah tersebut adalah ilegal...
BalasHapusL.S.;
BalasHapusI like to know,why now suddenly Datu Abdul Hamid is elected as new Sultan of Bulungan and other info concerning the circumstances why f.i. Datu Syukur Djalaluddin is not the elected Sultan anymore.
Many thanks.Please;mail directly to my e-mailadress.
Thank you.
Hormat saya:
D.P. Tick gRMK
secretary Pusat Dokumentasi Kerajaan2 di Indonesia "Pusaka"
pusaka.tick@tiscali.nl
http://kerajaan-indonesia.blogspot.com
coba telusuri pulau bunyu, ada kerabat dr kesultanan tidung yang masih hidup.
BalasHapusL.S.;
BalasHapusPlease,can you explain that more to my e-mail pusaka.tick@tiscali.nl .
Thank you.
Salam hormat:
DP Tick
tidak ada catatan sejarah yang mengatakan bahwa tidung itu dulunya kesultanan. perlu anda ketahui
BalasHapus